Perkembangan riset chatbot dalam bimbingan dan konseling: analisis bibliometrik literatur global

Abstract

Pemanfaatan chatbot dalam layanan bimbingan dan konseling berkembang pesat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dukungan psikologis yang dapat diakses kapan saja, sementara jumlah tenaga konselor manusia relatif terbatas dibandingkan kebutuhan populasi. Penelitian ini menyajikan pemetaan bibliometrik terhadap perkembangan literatur global mengenai chatbot dalam konteks konseling, bimbingan, dan dukungan kesehatan mental selama periode 2021-2025. Data diperoleh dari basis data Scopus menggunakan strategi Boolean yang menggabungkan istilah chatbot/agen percakapan dengan istilah konseling, bimbingan karier, dan dukungan kesehatan mental, dengan proses penyaringan bertahap hingga diperoleh 1.189 artikel jurnal berbahasa Inggris tahap final. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan performance analysis (tren publikasi, analisis sitasi, Hukum Bradford, Hukum Lotka, analisis negara, dan analisis kata kunci) dengan bantuan Bibliometrix/Biblioshiny. Hasil menunjukkan lonjakan produksi ilmiah yang tajam sejak 2023, didominasi oleh jurnal-jurnal rumpun kesehatan digital seperti Journal of Medical Internet Research, dengan Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris sebagai kontributor utama. Pola produktivitas penulis mengikuti Hukum Lotka dengan mayoritas penulis hanya berkontribusi pada satu dokumen, sementara kata kunci "artificial intelligence", "chatbot", dan "mental health" mendominasi struktur tematik, dengan istilah "large language models" dan "ChatGPT" muncul sebagai topik yang berkembang pesat pascakemunculan model bahasa generatif. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan riset pada domain bimbingan karier dan konseling sekolah formal yang masih under-represented dibandingkan dominasi domain kesehatan mental klinis, serta merumuskan agenda riset masa depan terkait integrasi large language model dalam layanan bimbingan dan konseling berbasis sekolah.