Mekanisme bermain peran dalam permainan simulasi: meningkatkan pengelolaan emosi remaja awal melalui bimbingan kelompok

Abstract

Kemampuan mengelola emosi yang belum berkembang secara optimal dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam menyesuaikan diri, berpartisipasi aktif, serta mengambil keputusan yang tepat di lingkungan sekolah. Penelitian ini guna mengetahui efektivitas bimbingan kelompok teknik simulation games dalam meningkatkan kemampuan mengelola emosi pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Responden penelitian berjumlah sepuluh siswa yang memiliki kemampuan mengelola emosi pada kategori rendah dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kemampuan mengelola emosi yang terdiri atas 33 butir pernyataan dan telah memenuhi persyaratan validitas serta reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (Sig. < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah pemberian layanan. Rata-rata skor siswa meningkat dari 73,7 pada saat pretest menjadi 100,0 pada posttest. Peningkatan juga terlihat pada seluruh aspek kemampuan mengelola emosi, dengan kenaikan tertinggi pada aspek dapat dipercaya dan kenaikan terendah pada aspek adaptasi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok melalui teknik simulation games efektif dalam meningkatkan kemampuan mengelola emosi siswa sekolah menengah pertama.