Tantangan implementasi keamanan siber dalam kurikulum teknik komputer dan jaringan di sekolah menengah kejuruan: sebuah systematic literature review

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mengintegrasikan kompetensi keamanan siber yang selaras dengan standar industri global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis tantangan implementasi pendidikan keamanan siber dalam kurikulum TKJ berbasis standar industri terkini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian literatur dilakukan pada tiga basis data utama Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang publikasi 2020–2025. Setelah melalui proses seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, sebanyak 42 artikel dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa kesenjangan (gap) antara kompetensi yang diajarkan dalam kurikulum TKJ dengan kebutuhan industri keamanan siber terwujud dalam empat dimensi utama: (1) keterbatasan kapasitas pedagogis guru dalam materi keamanan siber; (2) minimnya infrastruktur laboratorium yang relevan dengan standar industri seperti NIST Cybersecurity Framework, CompTIA Security+, dan Cisco Networking Academy; (3) kurikulum yang bersifat statis dan lambat beradaptasi terhadap ancaman siber yang dinamis; serta (4) lemahnya kemitraan antara sekolah dan industri dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual integrasi standar industri keamanan siber ke dalam kurikulum TVET dan memberikan implikasi praktis bagi pengambil kebijakan pendidikan vokasi di Indonesia. Arah penelitian masa depan yang direkomendasikan mencakup pengembangan model kurikulum adaptif berbasis standar industri, studi empiris mengenai efektivitas pelatihan guru keamanan siber, serta eksplorasi platform pembelajaran berbasis simulasi ancaman siber.